Monday, October 03, 2005

Tarif Angkutan Dalam Kota Kemungkinan Naik 40%

JAKARTA--MIOL: Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso memperkirakan kenaikan tarif angkutan kota dan bus di wilayahnya berkisar 36-40%. Meski belum mendapat persetujuan dari DPRD, tarif baru itu akan diumumkan hari ini.

"Rumusan tarif tersebut didasarkan pada presentasi perwakilan stake holder seluruh angkutan darat di Jakarta," ungkapnya di sela acara World Habitat Day 2005 di Jakarta, Senin (3/10). Hadir dalam acara itu Wapres Jusuf Kalla, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dan Menteri Perumahan Rakyat M Yusuf Asy'ari.

Sutiyoso menjelaskan, besaran kenaikan tarif tersebut itu sudah dirumuskan oleh Dewan Transportasi Kota. Apabila dihitung berdasarkan kenaikan harga BBM, naiknya sekitar 36%. "Tapi setelah dikaitkan dengan komoditi lain, seperti spare part menjadi 40%," ungkapnya.

Ketika ditanya kenapa usulan besaran kenaikan begitu besar, Sutiyoso hanya mengatakan, jumlah itu masih lebih baik. "Pengusaha mengusulkan kenaikannya sebesar 100%," jelasnya.

Sebelumnya, DPD Organda DKI mengusulkan tarif mikrolet dinaikkan menjadi Rp2.650 per 14 km dari tarif sebelumnya Rp1.900. Sedangkan bus Metromini/Kopaja diusulkan naik menjadi Rp2.500 dari Rp1.400, bus besar reguler Rp2.400 dari Rp1.300, bus Patas biasa dari Rp3.400 menjadi Rp1.600, dan bus Patas AC yang tarifnya sejak 2001 sebesar Rp3.300 akan dinaikan menjadi Rp4.800. (EC/OL-06)