Monday, November 28, 2005

Alun-alun Utara Parkir Bawah Tanah Alternatif

1 Juni 2005

Anggota Tim Pengembangan Sistem Transportasi Terpadu di Propinsi DIY Dr Ing Ir Ahmad Munawar MSc mengatakan perlu segera dilakukan perubahan sistem angkutan umum di Yogyakarta. Penyadaran ini sangat penting, sebab kalau tidak secepatnya dilakukan perubahan itu diduga akan lebih memperpuruk sistem transportasi yang telah ada.

“Dari hasil studi Magister Sistem dan Teknik Transportasi UGM, jumlah penumpang bus perkotaan rata-rata turun 18 persen pertahun. Perubahan angkutan umum harus dilakukan secara berangsur-angsur, menjadi sistem angkutan umum massal yang berkualitas, yang dapat dijangkau oleh masyarakat dan ramah lingkungan,” ujarnya, Senin (30/5).

Demikian pula dengan permasalahan parkir menurut dosen Manajemen Lalulintas Magister Sistem Teknik Transportasi ini, tanpa adanya penyediaan suatu tempat parkir yang dapat menampung dalam jumlah banyak, maka permasalahan parkir di Malioboro tidak akan dapat diatasi. Lebih-lebih adanya rencana menjadikan Malioboro sebagai tempat pejalan kaki.

“Karena itu parkir di bawah tanah Alun-alun Utara memang merupakan salah satu alternatif yang diharapkan dapat mengatasi parkir di Malioboro. Namun studi parkir inipun perlu melibatkan semua unsur masyarakat, agar dapat memberikan berbagai pertimbangan sesuai dengan sudut pandang masing-masing,” ujar Dr Ahmad Munawar.

Di sampng itu juga harus melibatkan juru parkir, serta mengikutsertakan mereka dalam sistem perparkiran yang baru, sehingga tidak menimbulkan gejolak di kalangan mereka. Jika dipandang dari segi teknik konstruksi, pembangunan parkir di bawah tanah tidak akan menimbulkan masalah. Teknologi membangun parkir di bawah tanah yang tidak merusak bangunan sekitarnya sudah banyak diterapkan di berbagai negara maju. Satu hal yang perlu ditekankan kemauan yang kuat dan kebersamaan dari semua elemen masyarakat.

Sumber: Kedaulatan Rakyat (www.kr.co.id)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home