Saturday, November 12, 2005

Pajak Progresif Bagi Pemilik Kendaraan Bermotor

Semarang. Jumat, 12 November 2005. Pada 2006, Jawa Tengah menerapkan pengenaan pajak progresif kepada para pemilik kendaraan bermotor, menyusul pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor yang semakin banyak di provinsi ini.

"Kita sudah siap melaksanakan pajak progresif kendaraan bermotor, karena kita mempunyai data lengkap, dukungan perangkat lunak, dan keras yang memadai," kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Jateng, Kusdijanto Bambang W di Semarang, Jumat.

Oleh karena itu, katanya, Dipenda Jateng kini mulai melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, DPRD Jateng, dan kesepakatan nasional untuk menerapkan pengenaan pajak progresif.

Ia mengatakan, pertumbuhan kendaraan bermotor di Jateng setiap tahun sangat tinggi, akibat berbagai kemudahan yang diproleh masyarakat untuk memiliki kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor.

Jumlah kendaraan bermotor di Jateng sampai tahun ini, katanya, sekitar 3,8 juta unit yang terdiri dari sepeda motor mencapai 70 persen, sedangkan mobil 30 persen, bahkan jumlahnya tahun 2006 bakal bertambah lagi.

Nantinya pengenaan pajak progresif kepemilikan kendaraan bermotor pertama pajak kendaraan bermotor (PKB)-nya 100 persen, kedua 120 persen, dan ketiga 130 persen, dan keempat 140 persen, katanya.

Tujuan penerapan pajak progresif antara lain supaya orang tak berlomba-lomba membeli mobil baru, dengan adanya pajak progresif orang tak akan mau meminjamkan identitasnya kepada pembeli, dan pembeli akan langsung melakukan balik nama, karena pemilik kendaraan bermotor yang lama tak mau terkena pajak progresif .

"Kita masih menggunakan dua alternatif untuk penerapan pajak progresif di antaranya apakah nama dengan alamat sama atau alamat sama saja, karena hal ini ada titik kelemahan," katanya.

Penggunaan alamat sama dimungkinkan jika pemilik kendaraan bermotor mempunyai anak yang sudah berkeluarga sendiri, tetapi tempat tinggalnya masih sama masak mau dikenakan pajak progresif jelas tak adil, katanya.

Oleh karena itu, langkah paling tepat untuk pengenaan pajak progresif adalah menggunakan nama dan alamat sama, karena hal itu jelas tak akan memberatkan wajib pajak kendaraan bermotor, katanya.

"Sasaran pengenaan pajak progresif antara lain tertib administrasi kepemilikan kendaraan bermotor, azas keseimbangan kepemilikan kendaraan bermotor, dan pajak mempunyai fungsi regulasi/mengatur hubungan dengan subsidi silang antara yang mampu serta tak mampu," katanya.

Sumber: Kompas Cyber Media

0 Comments:

Post a Comment

<< Home