Monday, November 28, 2005

Perlu Kajian Akademis Parkir Bawah Tanah

27 Mei 2005

Perlu data lengkap dan kajian akademis lintas-ilmu sebelum memasarkan kehadiran parkir bawah tanah khususnya di Alun-alun Utara. Mengingat areal ini berada di kawasan cagar budaya yang dilindungi dan memiliki nilai reliji dan spiritual kuat bagi masyarakat Yogyakarta. Jika sekarang rencana parkir bawah tanah Alun-alun Utara menimbulkan pro-kontra, hal ini lebih dikarenakan tidak adanya paparan akademis baik oleh calon investor maupun pemerintah kota, pada masyarakat.

“Sehingga masyarakat Yogya karena kecintaan dan semangat reliji serta spiritualnya yang kuat, lebih khawatir yang muncul adalah kemudharatannya. Apalagi upaya meyakinkan masyarakat secara ilmiah akademis juga kurang,” tandas Direktur CEEDEDS (Pusat Studi Kegempaan dan Kebencanaan UII) Ir H Sarwidi MSCE PhD IPU usai pertemuan pers di Kampus Jl Cik Ditiro, Rabu (25/5) sore. Pertemuan pers diselenggarakan terkait akan diselenggarakan Seminar Nasional II ‘Eksperimen Laboratorium, Komputasi dan Aplikasi dalam Bidang Teknik Sipil’, Sabtu (28/5) di Kampus Pusat Jl Kaliurang Km 14.

Sarwidi mengakui, sebenarnya para ahli teknik Indonesia sangat memiliki kemampuan untuk membuat kawasan parkir bawah tanah. Namun sekali lagi, harap Direktur CEEDEDS, hal itu harus tetap dibarengi dengan melakukan kajian akademis dengan melihat kesejarahan Ngayogyakarta Hadiningrat, kawasan budaya/cagar budaya, aspek lingkungan, aspek arsitektural, struktur, hidro dan juga aspek teknis lain termasuk apakah akan tahan gempa mengingat Yogya dekat dengan episentrum gempa dan juga tidak akan banjir.

“Ini karena di DIY baru akan pertamakali dilaksanakan dan terlebih lagi seakan diujicobakan di kawasan cagar budaya yang dilindungi bahkan termasuk dalam kawasan di kota yang masuk dalam kategori heritage dunia,” kata Sarwidi yang juga merupakan pakar rekayasa kegempaan.

Seminar ini sebut Sarwidi diselenggarakan juga tak lepas dari kian meningkatnya tuntutan pembangunan yang terkait dengan bidang teknik sipil.

Sumber: Kedaulatan Rakyat (www.kr.co.id)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home