Monday, March 13, 2006

BUTUH DUKUNGAN MASYARAKAT; Ciptakan Budaya Tertib Transportasi

26 February 2006, Yogyakarta

YOGYA (KR) - Biro Penerbit Teknik Sipil UGM menyelenggarakan seminar “Sistem Transportasi Masa Depan Yogyakarta” di FT Sipil UGM, Sabtu (25/2). Acara yang didukung SKH Kedaulatan Rakyat menghadirkan , Asisten Fasilitas dan Investasi Pemprop DIY Dr Ir Sunyoto mewakili Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang sekaligus sebagai keynote speaker. Seminar dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik UGM Prof Dr Ir Bambang Trihatmodjo CES DEA.


Menurut Sunyoto, sekarang ini saatnya membangun transportasi. Sebab ternyata, Yogya yang dikenal sebagai kota budaya, dalam hal ketertiban transportasi kalah dengan Vietnam. Untuk membangun transportasi, pemerintah butuh dukungan masyarakat. Pihaknya juga minta pihak PT Kereta Api mendukungnya dengan mulai fokus pada cargo. Jika KA ikut menangani cargo, jalan raya tidak akan dipenuhi oleh truk tronton, dengan begitu kondisi jalan tidak cepat rusak.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ir Setyoso Hardjowisastro MSi, untuk menangani transportasi di Yogya, memerlukan peran aktif berbagai pihak, baik dari eksekutif, legislatif, masyarakat maupun unsur pendidikan sehingga dapat terwujud dan terlaksana dengan baik. Perlu sinergi dan kerjasama yang baik terutama menyangkut penerapan sistem manajemen transportasi karena transportasi tidak mengenal batas wilayah dan akan saling bersinggungan, selain mengingat letak kabupaten dan kota di Propinsi DIY yang relatif dekat. Pengembangan skenario sistem transportasi di DIY diarahkan kepada rencana pengembangan sistem pusat kegiatan. Rencana pengembangan jaringan jalan, rencana peningkatan fungsi jalan dan rencana pengembangan sistem angkutan massal.

Ketua Tim Studi Kelayakan Reformasi Sistem Transportasi Angkutan Umum Perkotaan di Propinsi DIY, Dr Ing Ir Ahmad Munawar MSc menyebutkan, untuk jangka pendek, perlu perbaikan manajemen angkutan umum. Merubah sistem yang ada dari sistim setoran menjadi buy the service. Dengan cara ini standar minimum pelayanan angkutan umum akan terjamin keandalannya. Yaitu ketepatan jadwal dan trayek, serta keamanannya.

Ketua Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM Dr Ir Heru Sutomo M Sc menyarankan keberanian untuk mengubah pola transportasi kota dengan mengandalkan angkutan umumnya untuk menjadi penopang utama pergerakan masyarakat harus segera direalisasikan.

Semua stake holder harus mengambil peranannya masing-masing untuk hal tersebut. Terutama keberanian pemerintah setempat yang siap menanggung segala resiko kebijakan perubahan tersebut, serta kemauan pemerintah untuk mendayagunakan potensi-potensi di wilayahnya.

Diambil dari Kedaulatan Rakyat (www.kr.co.id)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home