Monday, March 13, 2006

KA ELEKTRIK PRAMEKS YOGYA-SOLO DIRESMIKAN ; Kereta Api Bukan Lagi Monopoli PT KAI

2 Maret 2006

YOGYA (KR) - Bisnis kereta api di Indonesia pada masa mendatang akan lebih semarak. Melalui Undang-undang (UU) Perkeretaapian yang baru nanti, swasta diberi kesempatan untuk terjun dalam bisnis tersebut. Ini akan mendorong munculnya multi operator, sehingga bisnis perkeretaapian tidak lagi menjadi monopoli PT Kereta Api.


Demikian diungkapkan Menteri Perhubungan (Menhub) Hatta Rajasa saat meresmikan peluncuran perdana Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) di Stasiun Tugu Yogyakarta, Rabu (1/3). Hadir pula dalam acara ini Deputi Menneg BUMN Urusan Logistik Hari Susetyo, Direktur Utama PT KAI Ronny Wahyudi, anggota Komisi V DPR RI Yoseph Umar Hadi dan Hadi Abdul Jamal, serta Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Menurut Hatta Rajasa, munculnya multi operator dalam bisnis kereta api ini akan mendorong terjadinya persaingan yang sehat antaroperator dalam memberikan pelayanan, yang pada gilirannya juga akan dinikmati konsumen. UU Perkeretaapian yang baru tersebut, jelas Hatta, sekaligus akan menggantikan UU Transportasi lama yang sudah tidak relevan dengan semangat otonomi daerah.

"Dalam UU Perkeretaapian yang baru nanti, kalau Pak Gubernur mau membuat jalur kereta api di wilayah Propinsi DIY, misalnya dari Kraton Yogyakarta ke Prambanan, tidak perlu lagi minta izin Jakarta. Cukup diteken Gubernur, semua selesai. Begitu pula kalau misalnya di Sleman ingin membuat monorel, urusannya di sekitar Sleman saja. Bupati Sleman tidak perlu lagi ke Gubernur DIY, tapi cukup bupati saja yang menandatangani persetujuan," papar Menhub Hatta Rajasa.

Ditegaskan, semua itu harus mengacu pada tata ruang wilayah dan tata transportasi lokal. Rancangan UU Perkeretaapian yang baru tersebut saat ini sedang digodhog di DPR RI dan ditargetkan selesai Juli 2006.

Sementara Dirut PT KAI Ronny Wahyudi mengemukakan, KRDE yang diresmikan ini merupakan prototipe baru dan pertama di Indonesia, hasil modifikasi dari kereta rel listrik (KRL) Holec yang dilakukan PT INKA Madiun. Kereta ini menggunakan satu generator berbahan bakar solar dengan kapasitas kecil. Namun mampu menghasilkan tenaga listrik besar yang akan menggerakkan roda pada masing-masing gerbong secara elektrik, sehingga mampu menghemat konsumsi BBM.

KRDE produksi perdana ini digunakan untuk Prambanan Ekspres (Prameks) yang melayani trayek Yogya-Solo PP. Kereta ini terdiri lima gerbong dengan kapasitas penumpang 500 orang dan dalam satu hari dioperasikan lima kali perjalanan. Waktu tempuh sekali perjalanan sekitar 50 menit. (*-2)-b

"Lintas Yogya-Solo adalah koridor dengan perkembangan wilayahnya yang pesat baik untuk hunian, niaga, industri maupun pendidikan. Jumlah penumpang saat ini rata-rata 2.600 orang perhari dan okupansi rata-rata 102 persen. Selama ini trayek tersebut hanya dilayani empat kereta rel diesel. Sehingga keberadaan KRDE yang baru ini akan mampu memberikan pelayanan sesuai tingkat mobilitas di kedua kota tersebut," papar Ronny.

Diambil dari Kedaulatan Rakyat (www.kr.co.id)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home