Monday, March 13, 2006

Lion Air Tergelincir di Surabaya

5 Maret 2006

SURABAYA (KR) - Pesawat MD-82 Lion Air jurusan Denpasar-Surabaya yang dipiloti Kapten Priyo dan Co Pilot Yohanes Adi, Sabtu (4/3) keluar dari ujung landasan (over shoot) sejauh sekitar 30 meter. Pesawat dengan nomor penerbangan QW 8987 ini membawa 156 orang dari kapasitas 160 penumpang.


Menurut sejumlah penumpang, sebagaimana dikutip Antara, saat pesawat akan mendarat, berputar-putar cukup lama di atas Surabaya. Ketika mendarat lurus dengan runway, posisi pesawat masih tinggi, tidak seperti biasanya. Demikian pula saat roda pesawat sudah menyentuh landasan, pesawat sempat naik lagi, hingga kemudian tergelincir jauh di luar ujung runway, dalam posisi terperosok, sehingga sebagian jendela tertutup lumpur.

Saat menjelang pendaratan juga tidak ada pengumuman apa-apa, dan setelah tergelincir pesawat berhenti, namun pilot pesawat bersama kru sempat memberitahu penumpang agar tetap duduk. Baru setelah pintu darurat terbuka, penumpang turun. Di luar telah siaga mobil ambulans, mobil pemadam kebakaran dan lainnya.

Setelah sempat mengganggu penerbangan, pesawat Lion Air ditarik ke hanggar. Menurut PR Lion Air, Hasyim Al Habsyi, manajemen bandara masih berkoordinasi mencari waktu yang paling aman. Hal ini untuk tidak mengganggu jadwal penerbangan yang lain. “Bandara sudah kembali dibuka,” kata Hasyim.

Hingga kemarin belum diketahui secara pasti penyebab tergelincirnya pesawat tersebut. Pihak Lion Air menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang akan menyelidiki lebih jauh. “Belum diketahui, apakah landasan licin. Kita menunggu pemeriksaan KNKT,” katanya.

Menurut Hasyim Al Habsy, segala persiapan dan cek mesin telah dilakukan oleh manajemen Lion Air menjelang keberangkatannya menuju Bandara Juanda Surabaya dari Denpasar Bali. Segala sesuatunya tidak ada masalah dan tidak ada tanda-tanda kerusakan mesin.

“Tidak ada kerusakan apa pun. Pesawat tidak bermasalah dan segala prosedural telah dijalankan,” katanya.

Hasyim menjelaskan, hingga pesawat tergelincir pun tidak ada kerusakan, karena itu dia menjamin pesawat tersebut tidak mengalami kerusakan menjelang lepas landas. “Pesawat tidak ada kerusakan di lapangan. Meski pesawat keluar landasan, pesawat juga tidak mengalami kerusakan,” ujarnya.

Namun sejumlah penumpang menuturkan ketidakberesan mesin pesawat sejak masih di Bandara Ngurah Rai Denpasar sebelum tinggal landas. Menurut Dimas, salah satu penumpang yang duduk di kursi no 10, ketika pesawat sudah jalan beberapa meter, tiba-tiba pesawat mundur dan para penumpang pun diturunkan. Kejadian itu dituturkan salah satu penumpang Wings Air, Dimas.

“Waktu mau berangkat sudah ada yang tidak beres. Saat penumpang sudah di kabin dan pesawat jalan beberapa meter, pesawat mundur lagi. Kemudian pramugari minta penumpang turun semua. Alasan awak pesawat saat itu karena ada kendala teknis. Namun tidak berapa lama kemudian, penumpang diminta naik lagi,” ujar mahasiswa ITS ini.

Pesawat kemudian terbang kembali secara normal. Namun saat hendak mendarat di Bandara Djuanda Surabaya, langit terlihat mendung. “Saat landing sih aman, tapi pesawat tiba-tiba oleng kayak licin jalannya,” kata Dimas.

Dimas merasakan pesawat oleng ke kiri dan keluar dari landasan dan berhenti di rerumputan. “Saat itu penumpang panik semua, banyak yang teriak-teriak dan ketakutan, semua takut kayak kejadian Lion Air di Semarang,” tuturnya.

Sebelumnya sempat dikabarkan yang tergelincir adalah pesawat Wings Air. Sebab, tiket boarding pass yang dimiliki penumpang memang tertulis tiket boarding pass penumpang atas nama Wings Air, anak perusahaan Lions Air. “Boarding pass-nya Wings Air, tapi kok pesawatnya Lion Air,” ujar salah seorang penumpang, Dimas.

Adanya pergantian pesawat dari Wings Air ke Lions Air ternyata diakui oleh PR Lion Air, Hasyim Al Habsi. Menurutnya, pesawat Wings Air yang sebenarnya dipesan oleh penumpang mengalami kerusakan sehingga diganti dengan pesawat Lion Air. “Karena kondisi ketersediaan kebutuhan ad hoc saat itu, Wings Air lagi dalam perbaikan. Maka Lion Air dipinjamkan. Yang jelas penumpang tidak telantar,” kata Hasyim.

Diambil dari Kedaulatan Rakyat (www.kr.co.id)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home