Monday, March 13, 2006

SURPLUS ANGGARAN JUGA UNTUK RAKYAT; Anggaran Bus Patas Disetujui

26 February 2006, Yogyakarta

YOGYA (KR) - Polemik anggaran program bus patas akhirnya disetujui dalam Rapat Panitia Anggaran (Panggar) DPRD DIY. Pembahasan program ini sebelumnya, cenderung berlarut-larut dan tak berujung, seiring sulitnya menyamakan pemahaman tentang jumlah jalur yang digunakan dalam program.


Menurut anggota Panggar DPRD DIY, Sudrajat Selorudjito kepada KR, Sabtu (25/2), lamanya persetujuan karena dikalangan anggota masih belum sepakat mengenai jumlah jalur bus patas yang diterapkan. Sebagian anggota agar jumlah jalur yang diterapkan secara bertahap, tidak langsung 3 jalur sekaligus. Sedangkan sebagian anggota lainnya, meminta agar program bus patas langsung menerapkan 3 jalur, karena lebih efisien.

Dalam pembahasan bus patas, akhirnya anggota bisa menerima penerapan 3 jalur sekaligus. Apalagi Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X juga telah menyatakan, bahwa 3 jalur sekaligus lebih memudahkan dalam membangun transportasi buy the service.

Program bus patas yang tahun anggaran 2006 menelan biaya Rp 15 miliar dengan konsep buy the service ini, pemerintah akan mensubsidi angkutan. Namun jika load faktornya, tinggi, maka pemerintah akan memperoleh pendapatan. Untuk biaya subsidi selama satu tahun sebesar Rp 6 miliar.

Bus Patas tersebut beberapa waktu lalu telah disepakati Komisi C dan D serta Gubernur DIY akan dioperasikan sebanyak tiga trayek, yakni trayek IA, IB,IIA,IIB,IIIA dan IIIB. Dalam satu hari, ketiga jalur ini dilayani 48 bus dengan masing-masing 8 rit. Harga tiket yang diberlakukan untuk penumpang umum sebesar Rp 3.500/orang dan pelajar Rp 2.000/orang.

Menurut Sudrajat, selain persetujuan anggaran bus patas, Panggar juga telah menyetujui sejumlah program tambahan untuk memanfaatkan surplus anggaran. Adanya surplus tersebut, terkait dengan hasil efisiensi dalam pembahasan komisi-komisi.

Dijelaskan, surplus anggaran tersebut di antaranya untuk menambah sumur bor di daerah yang sering dilanda kekeringan di Bantul dan Sleman. Jika usulan eksekutif untuk tahun 2006 ini hanya 2 sumur bor saja, maka dewan merevisinya menjadi 10 sumur bor. Alasannya penambahan ini, agar kebutuhan rakyat terhadap air bisa terpenuhi segera. “Untuk memenuhi kebutuhan air di daerah yang dilanda kekeringan, membutuhkan 90 sumur bor. Jika tiap tahun hanya 2 sumur bor, maka membutuhkan waktu 35 tahun. Ini terlalu lama,” kata Sudrajat.

Selain itu, surplus anggaran ini juga digunakan untuk menambah desa yang dapat teraliri listrik. “Jadi tidak semata-mata untuk pengadaan laptop anggota dewan,” kata Sudrajat.

Diambil dari Kedaulatan Rakyat (www.kr.co.id)

1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

hey, nice! i found a place where you can get a FREE GAME SYSTEM!
I got mine and sold it though. Just put in your zipcode to see
if there are any places available in your area. I found one and I live in a
small town. here it is:

http://www.degree-programs-online.info/extramoney.htm

7:57 AM  

Post a Comment

<< Home